Saya yakin semua masyarakat Indonesia tidak asing lagi dengan makanan yang satu ini. Ini adalah rendang yang asalnya dari padang. Makanan yang satu ini memang sudah terkenal dengan kelezatannya.

Hingga tahun 2018 pun rendang masuk dalam kategori makanan yang terenak di dunia. Namun, dalam balik kelezatan rendang, tahukah anda sejarah dan makna dari rendang ini?

Rendang merupakan makanan khas daerah Minangkabau, Sumatera Barat. Makanan ini sudah ada sekitar abad ke-16.

Makanan ini diciptakan karena dulunya masyarakat minang pada kala itu sering pergi berlayar ke laut hingga berbulan bulan lamanya. Karena itulah, masyarakat minang mencoba menciptakan makanan yang dapat tahan lama dan tidak mudah basi meski dalam waktu yang lama.

Dikala itu, daging rendang dibuat dengan daging kerbau dan diberi aneka macam bumbu rempah khas Indonesia. Nah, uniknya ialah bumbu rempah yang dicampur menjadi satu itu memiliki sifat antimikroba dan dapat menjadi pengawet makanan alami.

Masakan ini diberi nama rendang karena asal katanya ialah merandang, yaitu proses untuk memasak daging hingga berjam jam lamanya sampai kuahnya meresap sampai menjadi kering dan awet untuk jangka waktu lama.

Keunikan dari rendang pun tidak hanya sampai disitu. Ternyata rendang juga memiliki makna tersendiri bagi orang minang yaitu mufakat & musyawarah.

Hal itu pun disombolkan dari 4 bahan utama yang terdapat dalam masakan rendang ini.

ke 4 bahan utama itu ialah :

Yang pertama merupakan daging. Daging merupakan lambang dari “Niniak Mamak” yang artinya para petinggi/pimpinan pada suku adat Minang. Yang kedua, kelapa yang sudah dioleh menjadi santan. Santan merupakan lambang dari “Cadiak Pandai” yang artinya orang yang berintelektual yang tinggi. Kemudian ada cabai itu merupakan lambang dari “Alim Utama” yang sangatlah tegas dalam mengajari syariat syariat beragama.

Dan yang terakhir, bumbu-bumbu yang ada di rendang. Itu merupakan esbuah lambang dari keseluruhan masyarakat Minang. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa masakan ini benar benar sangat kaya akan kebersamaan dan kekuatan dari masyarakat Minang.

Itulah filosofi daging rendang bagi anda yang belum mengetahuinya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *